Arsip untuk Juli, 2013

take [it] for granted

Posted: 4 Juli 2013 in Kehidupan

Siang-siang yang panas seperti ini daripada ngelamun nggak karuan mending ketik-ketik asal saja, itung-itung pengusir kantuk, hehehe. Dari judul di atas, apa sih maksudnya take [it] for granted? Kalau diterjemahkan secara kasar artinya ‘menerima begitu saja’, kedengaran seperti ungkapan ‘pasrah’ ya. Tapi coba cari arti dari kalimat take someone/somebody for granted, kalau pake google translate mungkin agak kerepotan memahami artinya. Kecuali bagi mereka yang sudah pernah mendengar ungkapan ini, mungkin sudah mengerti artinya.

Kenyataannya memang kalimat take someone/something for granted itu adalah sebuah idiom atau ungkapan yang artinya to expect someone or something to be always available to serve in some way without thanks or recognition atau bisa diartikan to value someone or something too lightly. Boso kasar-nya; nggampangno. Atau lebih jelasnya yaitu mengharapkan seseorang atau sesuatu selalu ada tanpa memberi perhatian, terima kasih atau rasa bersyukur atas keberadaannya.

Jadi hal-hal yang kuanggap memang sewajarnya ada dan kuanggap biasa-biasa saja, tanpa merasa istimewa dan bersyukur karena ada, itulah yang ku-take it for granted-in. Misalnya saja setiap bangun pagi selalu ada kopi susu di meja, yang memang aku harap selalu ada tanpa harus meminta. Ku anggap itu sudah wajar tanpa harus merasa itu sebuah hal yang istimewa dan patut mendapat apresiasi, bahkan aku nggak ingin tahu siapa yang membuatkan minuman itu? Toh memang sewajarnya selalu ada  segelas minuman bagi seorang laki-laki berkeluarga. Apa iya?

Lalu, take [it] for granted itu berarti hal yang negatif kah? Yah namanya manusia tempatnya khilaf, kurang bersyukur! Buntutnya nanti kita bisa ngerti makna dan pentingnya hal itu kalau sekali waktu kopi susu itu tiba-tiba nggak ada di atas meja karena si pembuatnya lagi mudik, nah memble kan?

Makanya.. aku pikir nggak ada salahnya dan memang lebih baik kalau kita pintar-pintar bersyukur dan mengucap terimakasih kepada seseorang dan segala hal yang kelihatannya biasa dan wajar adanya, belajar menghargai, belajar bersyukur. Ya .. memang terserah sikap kita masing-masing, ini hanya pengingat untuk saya. Syukur-syukur ada yang merasa di ingatkan, hehehe.

Jadi.. terimakasih untuk semua yang selalu ada, dari hal yang terkecil di awal hari hingga malam menjelang tidur, terimakasih telah mengiringiku mengisi hari. Tak lupa, terimakasih blog-ku, meskipun dengan menulis aku masih juga merasa ngantuk. Oke, selamat tidur siang!