Archive for the ‘Kehidupan’ Category

SEBENARNYA TIDAK HANYA 7, ADA BANYAK CARA UNTUK MENCARI KETENANGAN HATI. NAMUN DI SINI AKAN SAYA TULISKAN 7 POINT SAJA.
Tulisan ini bersumber pada sebuah situs, saya menemukannya saat menjelajahi dunia maya dalam keadaan lagi suntuk mikir ini mikir itu numpuk jadi satu, heuuuhh. Akhirnya saya copas siapa tau bermanfaat di kemudian hari, baik bagi saya sendiri maupun pembaca. Yah.. setidaknya bagus sebagai bahan renungan loh. ;)

Langsung saja, inilah ke-7 kunci tersebut. Beberapa di antaranya ditambahi keterangan, agar makna yang terkandung di dalam kata-kata ini dapat dipahami seutuhnya :
1. Jangan tergantung pada orang lain.

Tergantunglah pada diri sendiri dan bersikaplah mandiri. Hanya Allah lah satu-satunya zat dimana kamu dapat menggantungkan hidup.

2. Jangan berburuk sangka orang lain akan membicarakan/menghinamu.

Berfikirlah positif, hal ini mungkin tidak menyelesaikan SEMUA masalah mu. Tapi kegiatan ini AKAN mengusir sifat pembenci dalam dirimu dan kemudian melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat.

3. Jangan selalu mengingat penyesalan di masa lalu.

Oleh karena itu hiduplah sebaik-baiknya. Hidup itu mudah teman, buatlah satu keputusan.. dan JANGAN PERNAH menyesalinya. 7-kunci-menuju-ketenangan-hati-topan-2

4. Jangan menyimpan kemarahan, dendam, iri hati dan kebencian.

Dendam itu bagaikan racun. Ia bisa menguasai hidupmu. Sebelum kamu menyadarinya, dendam itu bisa mengubahmu menjadi seorang yang jahat. Sebaiknya, jika kau merasa hari mu sungguh berat, maka percayalah bahwa di setiap kesulitan PASTI selalu ada ada kemudahan.

5. Jangan membiasakan sikap terburu buru. Oleh karena itu MANAGE-lah waktumu.

Aset utama dan terpenting dalam kehidupan bukanlah uang, intan, permata ataupun berlian, tetapi adalah WAKTU. Ingatlah bahwa mesin waktu itu tidak pernah ada, kita tak akan bisa membeli waktu, memutar waktu, ataupun menghentikan waktu. Dan demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian yang sangat besar apabila mereka tidak dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. 7-kunci-menuju-ketenangan-hati-topan-1

6. Jangan pernah khawatir akan hari esok.

Ingatlah bahwa Allah menjanjikan masa depan, dan harapan kita tidak akan pernah lenyap. Bukankah cinta, hidup dan mati itu ada di tangan Tuhan? Ia telah menuliskan takdir manusia jauh saat sebelum kita di lahirkan. Ia tahu apa yg terbaik bagi kita, maka dari itu jangan pernah sesali apa yang terjadi meskipun terasa perih bagi kita. Pada akhirnya setiap manusia akan di ciptakan untuk saling berpasang pasangan, maka dari itu jangan pernah kuatir akan cinta mu. Segala sesuatu akan indah.. pada waktunya. Percayalah. Sudah banyak orang yang pernah mengalaminya.

7. Ketuklah, maka pintu akan terbuka.

Ingatlah pada Nya, maka Ia akan mengingatmu. Berdoalah, maka keluh kesahmu akan didengarkan. 7-kunci-menuju-ketenangan-hati-topan-3 Yah, itulah 7 kunci menuju ketenangan hati. Mungkin ada diantara kita yang tidak setuju. Ambil saja hikmahnya dan tetaplah semangat. 🙂

sumber

Iklan

take [it] for granted

Posted: 4 Juli 2013 in Kehidupan

Siang-siang yang panas seperti ini daripada ngelamun nggak karuan mending ketik-ketik asal saja, itung-itung pengusir kantuk, hehehe. Dari judul di atas, apa sih maksudnya take [it] for granted? Kalau diterjemahkan secara kasar artinya ‘menerima begitu saja’, kedengaran seperti ungkapan ‘pasrah’ ya. Tapi coba cari arti dari kalimat take someone/somebody for granted, kalau pake google translate mungkin agak kerepotan memahami artinya. Kecuali bagi mereka yang sudah pernah mendengar ungkapan ini, mungkin sudah mengerti artinya.

Kenyataannya memang kalimat take someone/something for granted itu adalah sebuah idiom atau ungkapan yang artinya to expect someone or something to be always available to serve in some way without thanks or recognition atau bisa diartikan to value someone or something too lightly. Boso kasar-nya; nggampangno. Atau lebih jelasnya yaitu mengharapkan seseorang atau sesuatu selalu ada tanpa memberi perhatian, terima kasih atau rasa bersyukur atas keberadaannya.

Jadi hal-hal yang kuanggap memang sewajarnya ada dan kuanggap biasa-biasa saja, tanpa merasa istimewa dan bersyukur karena ada, itulah yang ku-take it for granted-in. Misalnya saja setiap bangun pagi selalu ada kopi susu di meja, yang memang aku harap selalu ada tanpa harus meminta. Ku anggap itu sudah wajar tanpa harus merasa itu sebuah hal yang istimewa dan patut mendapat apresiasi, bahkan aku nggak ingin tahu siapa yang membuatkan minuman itu? Toh memang sewajarnya selalu ada  segelas minuman bagi seorang laki-laki berkeluarga. Apa iya?

Lalu, take [it] for granted itu berarti hal yang negatif kah? Yah namanya manusia tempatnya khilaf, kurang bersyukur! Buntutnya nanti kita bisa ngerti makna dan pentingnya hal itu kalau sekali waktu kopi susu itu tiba-tiba nggak ada di atas meja karena si pembuatnya lagi mudik, nah memble kan?

Makanya.. aku pikir nggak ada salahnya dan memang lebih baik kalau kita pintar-pintar bersyukur dan mengucap terimakasih kepada seseorang dan segala hal yang kelihatannya biasa dan wajar adanya, belajar menghargai, belajar bersyukur. Ya .. memang terserah sikap kita masing-masing, ini hanya pengingat untuk saya. Syukur-syukur ada yang merasa di ingatkan, hehehe.

Jadi.. terimakasih untuk semua yang selalu ada, dari hal yang terkecil di awal hari hingga malam menjelang tidur, terimakasih telah mengiringiku mengisi hari. Tak lupa, terimakasih blog-ku, meskipun dengan menulis aku masih juga merasa ngantuk. Oke, selamat tidur siang!